Bersuci

2426

Hukum-Hukum Buang Hajat

  • Hal-Hal yang Diwajibkan Saat Buang Hajat
  • Hal-Hal yang Dilarang Saat Buang Hajat
  • Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Buang Hajat
  • Hal-Hal yang Dimakruhkan Saat Buang Hajat
  • Al Istinja’ dan Al Istijmar

  • Hal-Hal yang Diwajibkan Saat Buang Hajat

    Menutup aurat agar tidak terlihat oleh orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Menutupi aurat dari pandangan jin dan manusia saat buang hajat dapat dilakukan dengan mengucapkan, “bismillah “ketika akan masuk kamar kecil.” [HR. At Tirmidzi]

    Berupaya agar tidak terkena najis dan kotoran, dan jika terkena segera mencucinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berjalan melewati dua kuburan lalu beliau berkata, “Kedua penghuni kubur ini sedang disiksa namun bukan karena keduanya melakukan dosa besar, salah satunya disiksa sebab ia tidak membersihkan dirinya [Tidak membersihkan dirinya setelah kencing termasuk tidak menjaga dirinya dari percikan air kencingnya] dari najis setelah ia kencing.” [HR. Abu Dawud] Beristinja’ atau beristijmar. Anas bin Malik berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah buang air besar di kamar kecil, lalu aku membawakannya seember air [’Anazah artinya seember air], dan beliaupun beristinja’ dengan air tersebut.” [HR. Muttafaqun ‘Alaihi]

    Hal-Hal yang Dilarang Saat Buang Hajat

    1 - Menghadap atau membelakangi kiblat, terutama ketika buang hajat di alam terbuka. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jika seseorang di antara kalian sedang buang hajat, maka janganlah ia menghadap atau membelakangi kiblat, tapi menghadaplah kearah timur dan barat.” [Muttafaq ‹Alaih]

    2 - Buang hajat di jalanan, tempat berteduh atau tempat perkumpulan mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hindarilah dua penyebab laknat manusia, para sahabat bertanya, “apa maksud kedua penyebab laknat wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam? beliau menjawab, “Salah satunya adalah buang hajat di jalanan atau tepat berteduh manusia.” [HR. Muslim]

    3 - Buang Air di air yang tenang, tidak mengalir, seperti tempat air yang digunakan untuk mandi, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “janganah salah seorang di antara kamu buang air di air yang tergenang [Air Tenang adalah air yang tidak bergerak atau mengalir], kemudian mandi di tempat itu.”[ Muttafaq ‘Alaih]

    4 - Masuk ke toilet sambil membawa mushaf, karena mengandung unsur penghinaan kepada ayat-ayat Allah Subahanahu wa Ta’ala.

    Buang Hajat Dijalanan
    Hukum Kencing di Air Tenang
    Kencing di air tenang mengakibatkan serangan penyakit Schistosoma yang dipicu oleh virus yang berasal dari sejenis cacing yang disebut sebagai “pemecah berdarah bagi fisik” [Metode Pengobatan Nabi Dalam Tinjauan Ilmu Pengetahuan Modern Karangan Ghiyats Al Ahmad] .

    Hal-Hal yang Disunnahkan Saat Buang Hajat

    1 - Menjauh dari pandangan manusia, terutama di ruang terbuka.

    2 - Disunnahkan mengucapkan do’a yaitu, “dengan nama Allah Subahanahu wa Ta’ala, Ya Allah lindungilah aku dari pandangan jin laki-laki dan jin perempuan.” [Muttafaq ‘Alaih]

    3 - Mendahulukan kaki kiri saat masuk ke toilet dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar.

    4 - Ketika keluar disunnahkan mengucapkan “ghufranaka” (aku mohon ampunan-Mu Ya Allah) [HR. Abu Dawud]

    Buang Hajat Ditempat Terbuka
    Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kiri
    Keluar dengan Mendahulukan Kaki Kanan

    Hal-Hal yang Dimakruhkan Saat Buang Hajat

    1 - Berbicara saat sedang buang hajat atau memanggil orang lain. Hadits Ibnu ‘Umar menyebutkan, seseorang pernah berpapasan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam namun beliau tidak menjawabnya.” [HR. Muslim]

    2 - Membawa tulisan-tulisan mengandung dzikir ke dalam toilet. Kecuali jika dikhawatirkan seseorang akan mencurinya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam setiap masuk ke toilet, senantiasa melepaskan cincinnya.” [Muttafaq ‘Alaih]

    3 - Memegang alat kelamin dengan tangan kanan, atau beristinja’ dan beristijmar dengan tangan kanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah seseorang menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan saat ia kencing dan jangan pula ia mencucinya dengan tangan kanan.”

    4 - Buang hajat di tempat-tempat tertutup.

    Masuk Toilet Membawa Tulisan Lafdzul Jalalah
    Berbicara Saat Buang Hajat
    Kencing Ditempat Berlubang
    Masuk Toilet Membawa Mushaf
    Hukum Kencing Berdiri

    Rasulullahmelarang kencing berdiri, namun jika ia merasa aman dari percikan air kencingnya maka dibolehkan. Huzaifah mengatakan, “Rasulullahpernah mendatangi subaathah [Subaathah adalah tempat pembuangan sampah] lalu beliau kencing berdiri.” [HR. Bukhari]

    Ibnul Mundzir berkata: Saya lebih menyukai kencing duduk, dan kencing berdiri hukumnya mubah.

    Al Istinja’ dan Al Istijmar

    Al Istinja’ adalah:

    Membersihkan najis di bagian qubul atau dubur menggunakan air.

    Al Istijmar adalah:

    Membersihkan najis di bagian qubul atau dubur menggunakan batu atau sejenisnya.

    Hukum Istinja dan Istijmar

    Istinja’ merupakan salah satu perintah Allah Subahanahu wa Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullahpernah masuk ke kamar kecil untuk buang air besar, lalu aku membawakan kepadanya seember air dan beliaupun beristinja’ dengan air tersebut.”[ HR. Muttafaqun ‘Alaihi]

    Dibolehkan pula beristijmar dengan dua syarat:

    1 - Najis yang keluar tidak melewati batas kebiasaan atau tidak menyebar.

    2 - Hendaknya istijmar dilakukan sebanyak 3 kali usapan atau lebih agar najis yang keluar betul-betul telah suci.

    Hikmah Disyari’atkannya Istinja’ dan Istijmar

    1 - Mensucikan diri dengan menghilangkan najis dari badan

    2 - Menjaga kebersihan sehingga terhindar dari berbagai sebab timbulnya penyakit

    Beberapa Pelajaran Penting

    Tidak diharuskan beristinja’ jika keluar angin (kentut).

    Istinja’ lebih baik daripada istijmar karena hasil istinja’ lebih bersih dan lebih suci.

    Syarat-Syarat Benda yang Digunakan Beristijmar

    1 - Benda tersebut harus bersih dan tidak tercampur dengan najis

    2 - Benda tersebut dihalalkan untuk digunakan beristijmar

    3 - Benda tersebut dapat membersihkan tempat yang terkena najis

    4 - Benda tersebut bukan tulang dan bukan pula kotoran binatang yang telah kering. Salman Al Farisy berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami menghadap kiblat saat kencing maupun saat berak. Tidak pula beristinja dengan tangan kanan, tidak juga beristinja’ kurang dari tiga batu, dan tidak pula menggunakan tulang atau tahi [Ar Raji’ artinya tahi] binatang yang telah kering.”[ HR. Muslim ]

    5 - Benda tersebut bukan sesuatu yang berharga seperti makanan atau kertas yang terdapat tulisan di dalamnya.

    Di antara benda yang boleh digunakan Beristijmar adalah batu, tisu, daun kayu atau kain .

    Beristijmar Menggunakan Tissue
    Beristijmar Menggunakan Batu
    Beristijmar Menggunakan Kain
    Beristijmar Menggunakan Tulang
    Beristijmar Menggunakan Sisa Makanan
    Beristijmar Menggunakan Kertas yang Berharga
    Beristinja’ dengan Tangan Kanan
    Dilarang melakukan istinja’ menggunakan tangan kanan. Sabda Rasulullah , “Janganlah seseorang menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan saat ia kencing dan jangan pula ia mencucinya dengan tangan kanan.”[ HR. Muslim]