Bersuci

3855

Wudhu’

  • Pengertian Wudhu’
  • Hukum Wudhu’
  • Keutamaan-Keutamaan Wudhu’
  • Tata Cara Berwudhu’
  • Syarat-Syarat Sahnya Wudhu’
  • Rukun Wudhu’
  • Sunnah-Sunnah dalam Berwudhu’
  • Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu’
  • Beberapa Permasalahan
  • Larangan

  • Pengertian Wudhu’

    Wudhu’ Menurut Bahasa

    Tampil indah dan bersih

    Wudhu’ Menurut Istilah Syar’i

    Menggunakan air untuk mencuci bagian tubuh tertentu dengan niat bersuci

    Hukum Wudhu’

    Hukum wudhu ada dua yaitu, wajib dan sunnah

    a- Wudhu’ menjadi wajib ketika akan melaksanakan 3 hal

    1- Mengerjakan Shalat

    Firman Allah Subahanahu wa Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, jika kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai siku dan usaplah kepala serta basuhlah kaki kalian sampai mata kaki.” (Al-Maaidah: 6).

    Berwudhu’ Saat Hendak Mengerjakan Shalat

    2- Melaksanakan Thawaf Di Ka’bah

    Sabda Rasulullahkepada wanita haid, “Jangan engkau melaksanakan thawaf kecuali dalam keadaan suci.”[HR. Bukhari]

    Berwudhu’ Saat Melakukan Thawaf

    3- Hendak Menyentuh Mushaf (Al Qur’an)

    Firman Allah Subahanahu wa Ta’ala, “Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Al Waaqi’ah: 79).

    Berwudhu’ Saat Menyentuh Mushaf

    b-Disunnahkan berwudhu’ ketika akan melaksanakan amalan ibadah selain 3 hal yang disebutkan di atas.

    Sabda Rasulullah , “Hanya orang-orang mukmin yang senantiasa menjaga wudhu.”[ HR. Ahmad]

    Lebih diajurkan lagi tatkala memperbaharui wudhu disetiap waktu shalat, atau saat akan berzikir dan berdo’a kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala, saat akan membaca al qur’an, sebelum tidur, sebelum mandi, setelah menguburkan jenazah, dan terkena najis walaupun di luar waktu shalat.

    Berwudhu Ketika Berdzikir Kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala
    Berwudhu Sebelum Tidur
    Berwudhu’ Ketika Membaca Al Qur’an
    Berwudhu Usai Menguburkan Jenazah

    Keutamaan-Keutamaan Wudhu’

    1- Wudhu’ Akan Mendatangkan Kecintaan Allah Subahanahu wa Ta’ala

    Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah Subahanahu wa Ta’ala mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri mereka.” (Al Baqarah: 222).

    2- Wudhu’ Merupakan Ciri Umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Kelak di hari kiamat, saat mereka dibangkitkan dalam keadaan bersinar dan indah .

    Sabda Rasulullah , “Umatku akan dibangkitkan di hari kiamat kelak dalam keadaan berseri-seri [Al ghurrah adalah warna putih di bagian dahi kuda. Al Muhajjalin dari kata at tahjil yang artinya warna putih di bagian tangan dan kaki kuda perang. Makna hadits itu adalah cahaya yang terpancar dari anggota tubuh yang terkena wudhu’ ketika di dunia] bekas air wudhu, maka barang siapa yang mampu memperpanjang gurrahnya maka hendaklah ia lakukan.” [HR. Muttafaqun ‘Alaihi ]

    3- Wudhu’ Sebagai Penghapus Dosa dan Kesalahan

    Rasulullahbersabda,“Barang siapa berwudhu dengan sempurna maka kesalah-kesalahannya akan berguguran sampai yang ada di balik kukunya.” [ HR. Muslim ]

    4- Wudhu’ Akan Meninggikan Derajat Manusia

    Rasulullahbersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan seseuatu yang dapat menggugurkan kesalahan kalian dan mengangkat derajat kalian?” mereka menjawab, “tentu wahai Rasulullah . Beliau lalu bersabda, “menyempurnakan wudhu di saat kondisi sulit [Al Makarih adalah waktu-waktu atau keadaan sulit yang menimpa manusia] dan memperbanyak langkah ke masjid-masjid. Allah Subahanahu wa Ta’ala serta senantiasa menunggu waktu shalat di masjid dan itu sebenar-benarnya ribath (menjaga perbatasan dalam jihad).” [HR. Muslim]

    Tata Cara Berwudhu’

    1 - Berniat dalam hati

    2 - Tasmiyah (Membaca Bismillah)

    3 - Mencuci dua telapak tangan (3 kali)

    4 - Bersiwak ketika berkumur-kumur

    5 - Berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar (3 kali)

    6 - Membasuh wajah (3 kali) sambil menyela-nyela jenggot.

    Batasan muka dalam wudhu’ adalah dari atas, dimulai dari tempat tumbuhnya rambut sampai dahi ujung bawah, dan dari samping dimulai dari telinga sampai ke telinga.

    7 - Mencuci tangan kanan dari ujung jari sampai siku sebanyak 3 kali, setelah itu tangan kiri dengan cara yang sama.

    8 - Mengusap kepala dengan cara membasahi tangan dengan air, lalu mengusap kepala dari permulaan tumbuhnya rambut sampai ketungkak belakang kemudian kembali ke arah semula (cukup satu kali).

    9 - Mengusap bagian tengah telinga menggunakan jari telunjuk dan bagian luar telinga menggunakan ibu jari (cukup satu kali).

    10 - Mencuci kaki kanan sampai mata kaki sebanyak 3 kali kemudian kaki kiri dengan jumlah yang sama.

    Berdo’a selepas berwudhu’ dengan mengucapkan: saya bersaksi bahwa tidak ada dzat yang benar disembah kecuali Allah Subahanahu wa Ta’ala dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Utusan Allah Subahanahu wa Ta’ala.”[ HR. Muslim ].

    “Ya allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikan pula aku sebagai orang-orang yang mensucikan diri.” [ HR. Tirmidzi].

    “Maha suci engkau ya Allah Subahanahu wa Ta’ala dengan segala pujian bagimu, aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disemabah kecuali engkau, aku memohon ampunanmu dan bertoubat kepadamu.”[ HR. An-Nasa’I ]

    Mencuci Kedua Telapak Tangan (3 kali)
    Berkumur-Kumur (3 Kali)
    Istinsyaaq (3 kali)
    Istinsyaar (3 kali)
    Mengusap Bagian tengah telinga 1 kali
    Mencuci kedua tangan dari ujung jari hingga siku (3 kali)
    Membasuh Wajah (3 kali)
    Mencuci kedua kaki hingga batas dua mata kaki
    Menyela Jenggot
    Mengusap kepala

    Syarat-Syarat Sahnya Wudhu’

    1 - Menggunakan air suci untuk berwudhu

    2 - Air yang digunakan adalah air halal dan bukan air curian

    3 - Membersihkan benda-benda yang dapat menghalangi air menyentuh kulit seperti cat kuku dan lain-lain.

    Menghilangkan cat

    Rukun Wudhu’

    1- Niat dalam hati. Jika seseorang membasuh anggota wudhu dengan niat untuk mengurangi rasa panas atau untuk membersihkannya maka tidak dianggap sebagai orang yang berwudhu.

    2- Membasuh wajah termasuk berkumur-kumur dan istinsyaq.

    3- Mencuci kedua tanga sampai siku

    4- Mencuci kedua kaki samapai mata kaki

    5- Mengusap kepala termasuk kedua telinga

    6- Berurutan

    7- Berkesinambungan. Tidak dibenarkan adanya jarak yang panjang antara satu anggota dengan anggota wudhu lainnya.

    Sunnah-Sunnah dalam Berwudhu’

    1- Mencuci dua telapak tangan sebanyak 3 kali

    2- Bersiwak

    3- Mencuci anggota wudhu sebanyak 3 kali kecuali kepala dan kedua telinga. Keduanya cukup 1 kali

    4- At-Tayamun (memulai dari bagian kanan)

    5- Melewati bagian siku saat mencuci tangan

    6- Menyela-nyela jenggot

    7- Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki

    8- Menggosok anggota wudhu dengan tangan karena tidak cukup hanya dengan menyiramkan air ke anggota wudhu

    9- Menggunakan air secukupnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan muncul sebagian orang dari kalangan umatku yang boros menggunakan air.” [HR. Abu Dawud] Maksudnya orang-orang yang berlebih-lebihan dalam berwudhu’

    10- Berdo’a setelah wudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang berwudhu dengan sempurna lalu ia mengucapkan: Saya bersaksi bahwa tidak ada dzat yang benar disembah kecuali Allah Subahanahu wa Ta’ala dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Utusan Allah Subahanahu wa Ta’ala. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikan pula aku sebagai orang-orang yang mensucikan diri, melainkan baginya akan dibukakan 8 pintu surga, dan ia boleh masuk surge dari pintu yang ia sukai.” [HR. Tirmidzi]

    11- Shalat dua raka’at setelah berwudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhu ’ku kemudian ia shalat dua raka’at dengan sempurna dan khusyu’, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala.” [Muttafaq ‘Alaih]

    Menyela Jari
    Bersiwak
    Memanjangkan Basuhan Tangan Melewati Siku

    Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu’

    1 - Sesuatu yang keluar dari dua jalan [Dua jalan maksudnya adalah qubul dan dubur] (qubul dan dubur) seperti; air kencing, tahi, kentut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima shalat seseorang yang berhadats sampai ia berwudhu.” [HR. Muslim]

    2 - Tidur yang nyenyak. Artinya seseorang tidak lagi menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya, termasuk pingsan atau dibius.

    3 - Memakan daging unta. Hal ini didasarkan pada hadits Jabir bin Samurah bahwasanya seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah kami harus mengulangi berwudhu setelah makan daging unta? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “iya.”[ HR. Muslim]

    4 - Menyentuh kemaluan tanpa memakai alas. Busrah binti shafwaan, mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang menyentuh kemaluannya tanpa alas maka hendaklah ia berwudhu’.”[HR. Abu Dawud]

    Tidur yang Nyenyak
    Makan Daging Unta

    Beberapa Permasalahan

    1 - Jika seseorang bangun tidur, hendaklah ia mencuci tangannya sebanyak tiga kali sebelum ia memasukkannya ke dalam timba atau ember berisi air. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Jika seseorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana yang berisi air sebelum ia mencucinya sebanyak tiga kali, karena ia tidak tahu posisi tangannya saat ia tidur.”[Muttafaq ‘Alaih]

    2 - Hendaklah seseorang yang berwudhu’ berupaya agar air wudhu’ mengenai bagian tubuh yang wajib dicuci saat berwudhu’. Terutama sela-sela jari kaki dan tangan, sela-sela jenggot, telinga, kedua siku, kedua mata kaki dan kedua tumit [‘aqab adalah bagian belakang kaki (Tumit)]. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jagalah tumit-tumit kalian dari sentuhan api neraka.” [HR. Muslim]

    3 - Jika seseorang dalam keadaan berwudhu’ lalu ia ragu apakah ia telah batal atau belum, maka tetap dalam keadaan berwudhu’. Sedangkan jika ia belum berwudhu’ lalu ia ragu apakah ia telah berwudhu’ atau belum maka ia sebenarnya belum berwudhu’.

    4 - Jika seseorang berwudhu’ dan mencuci setiap anggota wudhu’ sebanyak satu, dua, atau tiga kali, atau sebagian satu kali yang lain dua kali atau tiga kali, maka wudhu’nya sah secara syar’i.

    5 - Barang siapa yang telah melaksanakan shalat padahal ia belum berwudhu’ karena lupa, maka ia wajib mengulangi shalatnya saat ia ingat.

    6 - Seseorang yang telah berwudhu’ lalu terkena benda najis maka cukup baginya membersihkan najis tersebut dan tidak harus mengulangi wudhu’nya karena ia tidak berhadats.

    Sela Antara Jenggot dan Telinga
    Menyela Jari-Jari Kaki
    Tumit
    Memasukkan Tangan ke dalam Ember Berisi Air Setelah Bangun Tidur
    Korelasi Antara Wudhu’ dan Kesehatan
    Dalam sebuah artikel yang dimuat di Koran Swiss dan dipublikasikan oleh PBB, “Sesunguhnya mandi yang teratur dan berwudhu yang rutin dilakukan sebelum shalat di kalangan masyarakat muslim sangat berperan dalam meminimalisir penyebaran penyakit yang menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan di dunia ke tiga. Ada sekitar 500 juta orang yang terserang penyakit tersebut di seluruh dunia. Mereka sebenarnya dapat terhindar dari serangan penyakit tersebut jika mereka mengikuti metode ajaran Islam dalam menjaga kesehatan terutama berwudhu’ sebelum shalat. Menurut penelitian, masyarakat muslim yang terserang penyakit ini jumlahnya sangat sedikit bahkan dapat dikatakan tidak ada.” [ Metode Pengobatan Nabi dalam Tinjauan Ilmu Pengetahuan Modern, karangan Ghiyats Al Ahmad]

    Larangan

    1 - Mengeraskan suara saat berniat wudhu’

    2 - Berlaku boros menggunakan air

    3 - Mencuci anggota wudhu’ lebih dari tiga kali. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada seorang Arab Badui yang datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menanyakan tata cara berwudhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan kepadanya dengan membasuh setiap anggota wudhu sebanyak tiga kali, kemudian beliau bersabda, “Beginilah tata cara berwudhu’, barang siapa menambah jumlahnya maka ia telah berbuat kesalahan dan melampaui batas serta berbuat dzalim.” [ HR. Abu Dawud]

    Akan tetapi dibolehkan lebih dari tiga kali bagi mereka yang anggota wudhu’nya belum bersih setelah dicuci tiga kali, seperti orang yang tangannya terkena cat dan semisalnya.

    Berlebihan Menggunakan Air

    4 -Tidak menyempurnakan wudhu’. Berdasarkan hadits disebutkan bahwa ada seorang yang berwudhu, namun dia menyisakan di bagian kakinya seluas kuku lalu ia memperlihatkan hal tersebut kepada Rasulullah , lalu beliau bersabda, “Kembali dan sempurnakanlah wudhu Anda, orang itupun kembali mengulangi wudhu’nya lalu ia shalat.”[ HR. Muslim],.

    Termasuk Tidak Menyempurnakan Wudhu’:

    a - Tidak mencuci kedua mata kaki

    b- Tidak mencuci kedua siku karena baju yang terlalu sempit

    c - Tidak mencuci bagian wajah antara telinga dan jenggot

    d- Tidak mencuci telapak tangan sebelah kiri dengan tangan kanan

    e - Seseorang yang berwudhu padahal ia terlumuri oleh cat dan sejenisnya

    f - Wudhu’nya seorang wanita yang memakai kutek pada jari-jarinya

    g - Tidak menyela-nyela jari-jari kaki padahal air tidak membasahinya

    5- Mengusap pundak

    -Hal ini tidak termasuk amalan wudhu’. Namun seseorang boleh mengusapnya jika diperlukan sebelum atau setelah berwudhu’

    6 - Berdzikir dengan cara-cara yang tidak diperintahkan, seperti,

    -berdo’a setiap kali mencuci anggota wudhu’ dengan do’a-do’a tertentu

    -atau mengucapkan “air zamzam”bagi mereka yang berwudhu’.

    7 - Mengulangi wudhu’, bagi orang yang ragu-ragu. Hal ini karena pengaruh dari gangguan setan terhadap seorang hamba, dengan cara selalu membisikkan kepdanya bahwa wudhu’nya batal, atau wudhu’nya tidak sempurna. Sehingga ia berlebih-lebihan dalam beristinja’, mengulang-ngulang dalam mencuci anggota wudhu’ sehingga hal tersebut melalaikannya dari ibadah.